https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/issue/feedJurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat2026-01-06T10:54:12+07:00Utami Wahyuningsihisagi.indonesia@gmail.comOpen Journal Systems<p style="background-color: white; padding: 5px 10px;"><strong>Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat</strong></p> <p style="background-color: white; padding: 5px 10px;"><strong>Frekuensi Terbit: </strong>2 kali per Tahun (Februari & Agustus)<br> <strong>ISSN:</strong> <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230831401393847">3025-5279</a> (media online)</p> <p style="background-color: white; padding: 5px 10px;"><br><strong>Fokus & Lingkup Jurnal:</strong> Fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.</p> <p style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Lingkup jurnal pengabdian ini yaitu:</p> <ol> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Gizi dan Kesehatan,</li> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Kesehatan Masyarakat,</li> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Pangan dan Pertanian terkait gizi dan kesehatan masyarakat,</li> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Sosial dan Ekonomi terkait gizi dan kesehatan masyarakat,</li> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Kependidikan dan edukasi terkait gizi dan kesehatan masyarakat.</li> </ol> <p> </p> <p><strong>Biaya Publikasi (<em>Publication Fee</em>)</strong></p> <p>Biaya Publikasi Artikel adalah Rp500.000</p> <p> </p> <p><strong>Penerbit: Ikatan Sarjana Gizi Indonesia</strong></p>https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/131EDUKASI PEMBATASAN KONSUMSI GULA GARAM LEMAK PADA REMAJA DI SMK KUSUMA WARDHANA KOTA BOGOR2026-01-06T10:54:12+07:00Ahmad Hisbullah Amrinantoahmadhisbullaha@upi.eduMuh Guntur Sunarjono Putraahmadhisbullaha@upi.eduLaesa Wira Liesma Djatiahmadhisbullaha@upi.eduPratiwi Dwi Rahayuahmadhisbullaha@upi.edu<p>Penyakit tidak menular (PTM) semakin menjadi perhatian serius karena tingkat kejadian yang meningkat, yang merupakan faktor utama dalam kematian, dan membutuhkan tindakan yang efektif, terutama dalam mengedukasi gaya hidup sehat agar masyarakat dapat mengurangi risiko terkena PTM, termasuk di kalangan remaja. Pola konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) cenderung meningkat pada remaja, yang berpotensi meningkatkan risiko PTM. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pemahaman tentang batasan konsumsi GGL guna mengurangi risiko PTM pada kelompok usia ini. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan batasan konsumsi GGL pada remaja. Partisipan pada program pengabdian kepada masyarakatini sebanyak 27 subjek yang merupakan siswa kelas XI Jurusan Multimedia SMK Kusuma Wardhana Kota Bogor. Metode yang digunakan yaitiu ceramah interaktif dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan subjek nilai rata-rata saat pre-test adalah 65,93 menjadi 82,22 pada saat post-test (p-value <0,001). Melalui program pengabdian ini diharapkan remaja mampu memahami batasan dalam konsumsi gula, garam, dan lemak sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan dan menurunkan risiko terkena PTM.</p>2025-10-09T13:50:19+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/141EDUKASI GIZI MELALUI MEDIA FLYER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BALITA DI KELURAHAN MERUYUNG, KOTA DEPOK2026-01-06T10:54:12+07:00Aaliyah Khansa Putri Agung2210714047@mahasiswa.upnvj.ac.idNaila Zahwa2310714094@mahasiswa.upnvj.ac.idNabillah Az Zahra Ramadhani2310714009@mahasiswa.upnvj.ac.idYessi Crosita Octariayessi@upnvj.ac.id<p><em>Stunting</em> masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022, prevalensi <em>stunting</em> nasional sebesar 21,6%, menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima balita di Indonesia mengalami pertumbuhan linear terhambat. Jika tidak ditangani, <em>stunting</em> berisiko menurun ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penurunan angka <em>stunting</em> melalui edukasi gizi kepada ibu balita. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menyajikan data dan analisis terkait peningkatan pengetahuan ibu balita di RW 03, Kelurahan Meruyung, Kota Depok, Jawa Barat, setelah diberikan edukasi gizi melalui media <em>flyer</em>. <em>Flyer</em> tersebut dipergunakan sebagai media penyuluhan yang melibatkan 35 ibu balita, dengan metode ceramah diikuti pembagian media <em>flyer</em>, serta pengisian <em>pretest</em> dan <em>post-test</em>. Hasil uji <em>Paired Samples T-Test</em> menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (nilai sig < 0,05), yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi dilakukan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi gizi dengan media <em>flyer</em>, efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait <em>stunting</em> dan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) sebagai upaya pencegahan <em>stunting </em>di RW 03, Kelurahan Meruyung, Kota Depok, Jawa Barat.</p>2025-10-09T14:23:25+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/150EFEKTIVITAS GEMPAR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG MASYARAKAT PAGERBATU2026-01-06T10:54:12+07:00Fadhli Aulia Rahmanfadhliaulia777@gmail.comArdhi Jaya Satriaardhijaya18@gmail.comRandin Faridahrandinfaridah@gmail.comThea Rainathearaina8@gmail.comMuhammad Rifqi Keiza Syamkeizasyam@gmail.comZakia Lailatu Rahmazakialailaturahma@gmail.comAde Khairani Putriadekhairani04@gmail.comResa Ana Dinaresaanadina@apps.ipb.ac.id<p><em><span style="font-weight: 400;">The community service activity Gerakan Masyarakat Peduli Gizi dan Kemandirian Pangan (GEMPAR) was carried out as an effort to improve mothers’ knowledge of balanced nutrition through education on the concept of “Isi Piringku,” the limitation of sugar, salt, and fat consumption, the importance of complementary feeding, and the provision of supplementary food in Pagerbatu Village, Pandeglang Regency. This activity was attended by 22 mothers of toddlers on July 15, 2025, using interactive lectures, discussions, question-and-answer sessions, and cooking demonstrations with local food ingredients. Knowledge evaluation was conducted through pre-test before the activity and post-test after the activity. The results showed an increase in the average score from 47 percent in the pre-test to 73 percent in the post-test. The greatest improvement was observed in the understanding of “Isi Piringku,” limiting sugar, salt, and fat consumption, and complementary feeding, while the understanding of specific supplementary food for pregnant women and malnourished toddlers remained relatively low. The conclusion of this activity is that educational methods combined with practical demonstrations can enhance participants understanding of balanced nutrition, and similar programs are recommended to be implemented continuously with wider participant coverage and supported by interactive learning media to strengthen comprehension and encourage sustainable changes in household nutrition practices.</span></em></p>2025-10-15T11:40:43+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/108Edukasi Gizi dan Pendampingan Pembuatan Makanan Tambahan yang di Fortifikasikan untuk Balita Underweight di Pekon Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa Tahun 20242026-01-06T10:54:12+07:00Masayu Dian Khairanimasayudiankhairani@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Underweight</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dalam jangka waktu tertentu, yang dapat berakibat buruk pada pertumbuhan, perkembangan intelektual, serta meningkatkan risiko penyakit dan kematian pada balita dengan z-score indeks BB/U berada dalam rentang -3 SD hingga kurang dari -2 SD (-3,0 SD). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengokofirmasi masalah </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">underweight</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> dengan menciptakan produk pangan dari bahan inkonvensional yang mengandung zat gizi yang cukup, terjangkau dan mudah diperoleh seperti ikan lele. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode ceramah dengan pelaksanaan pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah pelaksanaan edukasi menggunakan media edukasi Power Point dan Leafleet.</span></span></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Hasil menunjukkan bahwa Edukasi Gizi dan Pendampingan Pembuatan Makanan Tambahan (PMT) memberikan dampak positif bagi balita dan ibu balita. Antusias dan ketertarikan ibu balita sangat besar, dan adanya kesan baik ketika dipaparkan materi serta saat proses pemasakan masak (PMT) kimbab abon ikan lele. Evaluasi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada ibu balita </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Underweight</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . Dari 22 ibu balita </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Underweight</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> sebelum diberikan edukasi memperoleh skor rata-rata (pre-test) 60,9 dan setelah dilakukan edukasi diperoleh skor rata-rata (post-test) 76,8, sehingga terjadi peningkatan sebesar 15,9. Kesimpulannya adalah meningkatnya pengetahuan ibu balita </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Undeweight</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> setelah diberikan edukasi melalui media Power Point dan Leaflet terhadap pengetahuan.</span></span></p>2025-10-24T09:53:27+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/129PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DESA TEGALREJO DALAM PEMANFAATAN TEPUNG PISANG KEPOK MENJADI SOES KERING2026-01-06T10:54:12+07:00Desti Ambar Watidestiambarwati@gmail.comDera Elva Junitadestiambarwati.id@gmail.comDhifa Nadia Zahradestiambarwati.id@gmail.comAqila Nur Fadhillahdestiambarwati.id@gmail.comNikmah Oktaviyenidestiambarwati.id@gmail.comDwi Rahma Saridestiambarwati.id@gmail.com<p>Kepok banana (Musa paradisiaca Linn) is one of the leading horticultural commodities in Lampung Province with great potential as a raw material for food processing, particularly for banana chips and banana flour. Kepok bananas contain beneficial nutrients such as high dietary fiber, resistant starch, low glycemic index, and potassium, which can help regulate blood glucose and blood pressure. However, bananas are highly perishable fruits, thus requiring processing to extend shelf life and increase added value. This community service activity aimed to enhance the skills of PKK (Family Welfare Movement) members in Tegalrejo Village, Pringsewu Regency, in processing kepok bananas into flour and food products such as dry choux pastry. The methods used included observation, trial-and-error flour and pastry production, organoleptic testing, socialization, and demonstration. The results showed that the community participated enthusiastically throughout the process, and the best formulation for the dry choux pastry was a 25% substitution with kepok banana flour. This activity also successfully improved nutrition knowledge, entrepreneurship motivation, and awareness of local food potential. It is expected that this program will continue through intensive mentoring and the development of local food-based enterprises to support community food security and self-sufficiency</p>2025-10-15T11:52:26+07:00##submission.copyrightStatement##