https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/issue/feedJurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat2026-07-12T21:26:01+07:00Utami Wahyuningsihisagi.indonesia@gmail.comOpen Journal Systems<p style="background-color: white; padding: 5px 10px;"><strong>Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat</strong></p> <p style="background-color: white; padding: 5px 10px;"><strong>Frekuensi Terbit: </strong>2 kali per Tahun (Februari & Agustus)<br> <strong>ISSN:</strong> <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230831401393847">3025-5279</a> (media online)</p> <p style="background-color: white; padding: 5px 10px;"><br><strong>Fokus & Lingkup Jurnal:</strong> Fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.</p> <p style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Lingkup jurnal pengabdian ini yaitu:</p> <ol> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Gizi dan Kesehatan,</li> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Kesehatan Masyarakat,</li> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Pangan dan Pertanian terkait gizi dan kesehatan masyarakat,</li> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Sosial dan Ekonomi terkait gizi dan kesehatan masyarakat,</li> <li class="show" style="background-color: white; padding: 5px 10px;">Kependidikan dan edukasi terkait gizi dan kesehatan masyarakat.</li> </ol> <p> </p> <p><strong>Biaya Publikasi (<em>Publication Fee</em>)</strong></p> <p>Biaya Publikasi Artikel adalah Rp500.000</p> <p> </p> <p><strong>Penerbit: Ikatan Sarjana Gizi Indonesia</strong></p>https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/111INTERVENSI KEGIATAN TIFANI (PRODUKTIF TANPA HIPERTENSI) PADA DEWASA PEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS SINGANDARU, KOTA SERANG2026-07-12T21:26:01+07:00Amalia Kartika Sari8882210007@untirta.ac.idRakhmi Setyani Sartikarakhmiss@untirta.ac.idSiti Muafiahrizqi.fia2006@gmail.com<p>Kelompok usia dewasa dikelompokkan pada rentang usia 15-59 tahun, pada kelompok usia ini merupakan masa tercapainya puncak perkembangan fisik dan kematangan seseorang sehingga diperlukan pemenuhan zat gizi yang tepat untuk memelihara kesehatan dan mencegah bebagai penyakit kronis. Pada masa ini Salah satu masalah kesehatan yang dialami kelompok usia ini adalah hipertensi. Hipertensi dapat menurunkan produktifitas kerja. Kegiatan TIFANI bertujuan meningkatkan pengetahuan dewasa pekerja tentang pencegahan dan penanganan hipertensi. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kagungan dan Kota Baru, Kota Serang, Banten dengan metode edukasi dan permainan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 9,2% setelah intervensi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang pencegahan dan penanganan hipertensi. Oleh karena itu, program TIFANI dapat dijadikan sebagai model intervensi gizi untuk mencegah hipertensi pada dewasa pekerja.</p>2026-07-12T21:08:54+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/119IMPLEMENTASI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA FOOD MODEL FLANELICIOUS SEBAGAI PENUNJANG PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DENGAN STATUS GIZI THINNESS2026-07-12T21:26:01+07:00Masayu Dian Khairanimasayudiankhairani@gmail.comDesti Ambar Watimasayudiankhairani@gmail.comDinda Salsabilamasayudiankhairani@gmail.comSindy Styawatimasayudiankhairani@gmail.comVega Amelia Putrimasayudiankhairani@gmail.comVerly Enggan Kosarimasayudiankhairani@gmail.com<p>Anak usia sekolah dasar (SD) yang berusia 9-13 tahun merupakan salah satu sumber daya manusia yang akan menopang kemajuan Indonesia. Tumbuh kembang anak yang baik merupakan salah satu indikator kualitas sumber daya manusia yang akan menghasilkan generasi yang cerdas, stabil emosinya, dan berorientasi spiritual. Tumbuh kembang anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pola makan yang bergizi dan seimbang merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah secara optimal. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka anak kurus usia 5-12 tahun di Indonesia sebesar 7,5% dan di Provinsi Lampung sebesar 6,8%. Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan gizi anak usia sekolah adalah usia pertumbuhan, peningkatan aktivitas fisik, kemampuan memilih makanan sesuai dengan keinginan, dan preferensi terhadap makanan ringan dibandingkan makanan berat. Berdasarkan hasil skrining, sebanyak 52,8% responden bertubuh kurus. Pemberian edukasi gizi melalui pemaparan materi dengan templates Power Point (PPT) dan permainan model makanan flanelicious tentang gizi buruk, gizi seimbang, dan pemberian makanan tambahan merupakan solusi yang disarankan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada tanggal 16 November 2024 telah dilakukan kegiatan edukasi gizi tentang kurus di SD Negeri 1 Tambahrejo Kabupaten Pringsewu. Siswa berhasil dan bersemangat dalam mengikuti seluruh latihan soal. Setelah dievaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 22,62 yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang diberikan telah efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Diharapkan setelah mendapatkan edukasi, siswa SD Negeri 1 Tambahrejo akan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dan prevalensi gizi buruk atau kurus yang lebih rendah. Pengetahuan pretest dan posttest diketahui memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman siswa sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran Power Point (presentasi) karena nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05.</p>2026-07-12T21:12:26+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/171Inovasi Pemberdayaan Kader untuk Cegah Stunting2026-07-12T21:26:01+07:00Mahdiah Mahdiahdidimahdiah14@gmail.comRatna Zaharadidimahdiah14@gmail.com<table width="606"> <tbody> <tr> <td width="462"> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>This community service program was carried out to prevent stunting through cadre empowerment and nutrition education for pregnant and breastfeeding mothers in Tanjung Selamat Village, Deli Serdang Regency. The purpose of this activity was to improve knowledge, attitudes, and skills in utilizing Sukahitu premix flour as a local food innovation for stunting prevention. The methods included lectures, interactive discussions, educational video presentations, and demonstrations of snack preparation using Sukahitu premix flour. The activity involved 33 participants consisting of cadres, pregnant women, and breastfeeding mothers. The results showed an increase in knowledge, with the proportion of participants in the good category rising from 39.4% before education to 90.9% after education. Positive attitudes increased from 78.8% to 100%. Statistical analysis confirmed that education had a significant effect on improving knowledge (p=0.001) and attitudes (p=0.001). In conclusion, cadre empowerment through nutrition education and </em><em>demonstrations using Sukahitu premix flour was effective in enhancing community capacity and has the potential to serve as a sustainable strategy for stunting prevention at the village level.</em></p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-07-12T21:15:47+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/174PENDEKATAN EDUKASI INTERAKTIF SIGMA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROGRAM MBG DI SEKOLAH2026-07-12T21:26:01+07:00Putri Sulistyawatiputrisulis2510@gmail.comShoffa Hard Yana2207026097@student.walisongo.ac.idAisyah Raudatul Jannah2207026097@student.walisongo.ac.idOxanya Nihara Ainahaque2207026097@student.walisongo.ac.id<p><span style="font-weight: 400;">Permasalahan gizi pada remaja masih menjadi isu penting di Indonesia, ditandai dengan rendahnya pengetahuan gizi, perilaku konsumsi makanan sehat, dan daya terima terhadap makanan bergizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program edukasi gizi interaktif bertajuk SIGMA (Sadar Gizi, Makan Sehat, dan Aman) dilaksanakan di SMP Islam Nudia Semarang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi remaja. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">one group pre–post test design </span></em><span style="font-weight: 400;">yang melibatkan 51 siswa kelas VII selama 1–10 Oktober 2025. Intervensi mencakup observasi daya terima makanan MBG, pengukuran antropometri, serta edukasi interaktif menggunakan media </span><em><span style="font-weight: 400;">PowerPoint,</span></em><span style="font-weight: 400;"> poster, dan permainan “Isi Piringku” serta “Tumpeng Gizi Seimbang”. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan gizi siswa sebesar 17,7%, penurunan rata-rata sisa makanan dari 40,51% menjadi 12,95%, serta peningkatan berat badan pada 88,2% dan tinggi badan pada 86,3% siswa. Kegiatan edukatif ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku makan bergizi seimbang pada remaja. Edukasi interaktif dapat menjadi strategi mendukung keberhasilan implementasi program MBG di sekolah.</span></p>2026-07-12T21:19:03+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.jurnal.isagi.or.id/index.php/JPGKM/article/view/176EDUKASI TERKAIT GIZI DAN MONITORING KURVA PERTUMBUHAN DALAM PROGRAM “GIZITRACK” PADA IBU BALITA DI DESA TAMBAKAN2026-07-12T21:26:01+07:00Agus Maulanaaghusmaulanaa@upi.eduFani Aulia Dwinandaaghusmaulanaa@upi.eduYunita Faridah Putri Salmaaghusmaulanaa@upi.eduMuchamad Rizki Sentaniaghusmaulanaa@upi.edu<p>Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang serius di Indonesia, dengan prevalensi nasional sebesar 19,8%. Pemenuhan gizi sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Keterampilan dalam memantau pertumbuhan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pencegahan stunting. Keluarga, khususnya ibu, memegang peran kunci dalam pemberian gizi seimbang. Oleh karena itu ibu harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal tersebut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan untuk pencegahan stunting. Peserta kegiatan sebanyak 18 ibu yang memiliki anak balita di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Subang. Metode yang digunakan ceramah interaktif, studi kasus, dan tanya jawab dengan media <em>PowerPoint</em>. Analisis data secara bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dengan rata-rata skor sebelum diberikan edukasi 67,78 dan setelah diberikan edukasi menjadi 82,22. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (<em>p-value</em> = 0,016). Disarankan agar penyuluhan dilakukan secara rutin dan melibatkan kader posyandu agar dapat meningkatkan penerapan praktik gizi seimbang secara berkelanjutan demi mencegah stunting.</p>2026-07-12T21:22:05+07:00##submission.copyrightStatement##